News Feed
+Iklan Halaman Depan
News Feed
- Ketua terpilih Ihsan Kholil saat serah terima jabatan dari H. Haril Baqi Ketua PAC GP Ansor Pujer pereide sebelumnya yang didampingi H. Ahmad Afandi Ketua MWCNU Pujer dan Luluk Haryadi Ketua PC GP Anasor BondowosoCyberMedia - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso menggelar konferensi anak cabang (Konferancab) ke III, di Aula Kantor kecamatan setempat, Sabtu (9/09/2023).Acara konferensi dihadiri oleh jajaran pengurus PC GP Ansor Bondowoso, baik Ketua PC, Ketua Kaderisasi, Wakil Bendahara, Ketua Bidang Sosial, Cyber Media GP Ansor.Dalam acara tersebut Ihsan Kholil terpilih menjadi jadi ketua PAC GP Ansor Pujer, karena mendapatkan suara terbanyak dari sejumlah nama yang dipilih oleh masing-masing pimpinan ranting (PR) setelah dilaksanakan proses pemilihan.Ihsan Kholil Ketua PAC GP Ansor Pujer terpilih mengatakan, dirinya berkomitmen akan melanjutkan program-program PAC saat dipimpin sahabat H. Hairul Baqi."Program yang sudah berjalan seperti shalawat nariyah anjangsana, program sosial santunan anak yatim, janda jompo, dan banyak program-program lainya," papar Ihsan di depan peserta sidang.Ihsan menyampaikan, terpilihnya sebagai ketua merupakan amanat yang sangat berat baginya. Sebab, menurutnya menjadi pemimpin itu mempunya beban tanggung jawab yang harus dipikul, khususnya menjalankan roda organisasi."Kami harap semua sahabat-sahabat GP Ansor Pujer bisa berperan aktif, saling bahu membahu menghidupkan kegiatan NU. Kami juga mohon dukungannya kepada pengurus MWC NU Pujer," harpanya.Di lain pihak, H. Ahmad Afandi Ketua Tanfidziyah MWC NU Pujer, mengajak PAC GP Ansor Pujer untuk berkolaborasi dalam setiap kegiatan-kegiatan NU."Silahkan setiap kegiatan PAC GP Ansor bisa menggunakan Aula MWC NU Pujer. Saya ingin Aula itu hidup dengan kegiatan rutinan, kalau perlu setiap hari ada kegiatan," ujarnya.H. Afandi pun berjanji akan menghadiri setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh PAC GP Ansor Pujer, jika dirinya diundang.Dia pula mengajak untuk meramaikan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan seputar ke-NU-an di Kecamatan Pujer. Kegiatan seperti istighosah, sholawatan, program sosial dan kegiatan-kegiatan yang lainya."Saya siap mendukung dan memberikan fasilitas tempat, tapi mohon maaf MWC NU Pujer masih belum bisa memberikan fasilitas kantor terhadap PAC GP Ansor," ujarnya.Luluk Hariyadi Ketua PC GP Ansor Bondowoso, mengharapkan PAC Ansor Pujer bisa semakin aktif dalam menjalan kerja kaderisasi.Sebagai pimpinan cabang Luluk berharap betul agar kader-kader GP Ansor bisa meningkatkan khidmat kepada Nahdlatul Ulama.Pihaknya berpesan PAC GP Ansor selalu mengawal para kiai di setiap kegiatan NU di Kecamatan Pujer."Kami akan memonitor terus kegiatan NU di Pujer, jika dalam dalam kegiatan NU nanti tidak ada Ansor dan Banser maka akan kami tanyakan kepada ketuanya," kata Luluk saat memberi sambutan. ...GP ANSOR BONDOWOSO0Berita Terbaru / PAC GP Ansor Pujer 08 September 2023 EditedOn ? September 08, 2023 at ? 23:43
- BONDOWOSO - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) memproses hukum seadil-adilnya terhadap tersangka penganiaya Cristalino David Ozora (17) alias David.Diketahui, David merupakan putra dari pengurus Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Jonathan Latumahina yang mengalami tindakan kejahatan penganiayaan dari Mario Dandy, putra seorang pejabat Ditjen Pajak, hingga membuat koma dan menjadi sorotan masyarakat.Kasus ini terjadi pada 20 Februari 2023 di Kompleks Grand Permata, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.Terhadap hal ini, Luluk Hariyadi Ketua PC GP Ansor Bondowoso menyatakan mengutuk keras terhadap pelaku, dan mendorong APH untuk memproses hukum seadil-adilnya terhadap pelaku."Secara pribadi dan atas nama GP Ansor Bondowoso, kami geram atas tindakan keji tersebut. Kami juga mengutuk keras terhadap perbuatan pelaku," ujarnya pada NU Online Jatim, Sabtu (25/02/2023).Luluk mengaku sangat prihatin terhadap korban yang dianiaya secara brutal dan sadis, sehingga menyebabkan koma.Menurut Luluk, perbuatan anak dari pejabat eselon II Kemenkeu tidak manusiawi."Kami akan terus pantau dari daerah mengenai proses hukum tersangka. Jika ada bengkok bengkok dalam proses penanganannya, kami akan bergerak dengan cara kami," ujarnya.Meski demikian, kata Luluk, GP Ansor Bondowoso menunggu instruksi dari pengurus pusat terkait langkah yang akan diambil, terlebih kasus ini sudah ditangani kepolisian."Intinya kami di daerah tetap memantau dan mengawal hingga proses hukum berjalan semestinya" imbuhnya.Semantara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Bondowoso, Ahmad Zairudin mendukung penuh langkah hukum yang diambil oleh Pengurus Pusat GP Ansor atas kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anak pegawai Pajak kepada David putra dari Pengurus Ansor Pusat.Menurut Ketua LBH Ansor Bondowoso, Ahmad Zairudin, harus ada hukuman setimpal kepada pelaku, bahkan hukuman yang berat atas kelakuan Biadap dan bejatnya menganiaya anak yang tidak berdaya."Harus diberikan hukuman maksimal kepada pelaku, biar ada efek jera, agar perbuatan serupa tidak ditiru oleh orang lain," ujarnya.Apalagi Kata Zairudin, itu dilakukan oleh anak seorang Pejabat Yang mempunyai perilaku sombong, congkak dengan memamerkan gaya hidup yang luar biasa.Menurutnya, kasus itu harus menjadi catatan, apalagi ini ditampilkan oleh seorang anak ASN (pegawai Pajak) dimana mereka harus memberikan contoh yang lebih baik."Yang pasti, kita GP Ansor di Daerah seperti Kabupaten Bondowoso, tetap 1 komando dengan PP GP Ansor," tutupnya.Repost : Suara Indonesia ...GP ANSOR BONDOWOSO0Berita PAC GP Ansor Bondowoso 25 Februari 2023 EditedOn ? Februari 25, 2023 at ? 20:19
- Luluk Haryadi, Ketua PAC GP Ansor Prajekan Saat Memberikan Sambutan BONDOWOSO- Halal bihalal PAC GP Ansor Prajekan dilaksanakan dengan tetap memberlakukan protokol pemerintah dalam mencegah Covid-19 Luluk Haryadi, Ketua PAC GP Ansor Prajekan mengatakan, ditengah situasi pandemi ini, Ansor melaksanakan halal bihalal dengan memberlakukan protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah. Kader GP Ansor dan Banser ikuti Halal Bihalal Tidak hanya itu, dalam sambutanya menghimbau kepada kader Ansor yang hadir untuk terus selalu berjuang merekrut kader dan terus melakukan rekrutmen atau perekrutan. "Rekrutmen pasukan Banser, rekrutmen anggota rijalul Ansor, sehingga Ansor ke depan semakin maju," ujarnya, Rabu (10/6/2020). Dia menuturkan, sudah melakukan plettonias sebanyak 70 persen di setiap desa di Kecamatan Prajekan Katanya, anggota sebanyak 70 persen itu sudah memiliki seragam lengkap dan kekurangannya akan dipenuhi dan tetap diusahakan. "Ada pula Banser yang masih belum memiliki seragam, kami akan selalu berupaya bagaimana mereka memiliki seragam, kami juga sudah pesan," ujarnya. Dia mengajak dalam situasi dan kondisi saat ini Ansor Banser harus bangkit untuk selalu melakukan gerakan,merapatkan barisan dan ikut instruksi ulama NU. "Kita harus mengikuti dan berpanotan kepada ulama-ulama kita, seperti berpanotan pada pondok pesantrem Wali Somgo di pondok pesanteren di Sukorojo, Nurul Jadi, Zainul Hasan, dan Sidogiri," ujarnya. Pihanyanya juga berpesan, kader Ansor dan Banser harus berada di garda terdepan dalam untuk mempertahankan NKRI. Pantauan media di lapangan, acara halal bihalal itu dihadiri oleh seluruh kader GP Ansor dan Banser seluruh Kecamatan Prajekan, Ketua PC GP Ansor beserta jajarannya. ...Bahrullah0Berita Bondowoso / Halal Bihalal / PAC GP Ansor Prajekan 11 Juni 2020 EditedOn ? Juni 11, 2020 at ? 20:35
- Virdika Rizky Utama saat memberikan penjelasan tentang dokumen penting di kantor Perta Golkar. (FOTO: Yakin/Cyber Media PC GP Ansor). BONDOWOSO- Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Bondowoso menggelar bedah buku Menjerat Gus Dur karya Virdika Rizky Utama di gedung PPI Nurul Burhan, Badean, Bondowoso, Sabtu (14/2/3/2020). Pada kesempatan tersebut, LTN NU langsung mendatangkan penulis buku ini dan sejumlah tokoh penting. Di antaranya, pendiri sekaligus PPI Nurul Burhan, Drs. K.H. Imam Barmawi Burhan, Ketua IKA PMII Jawa Timur, Drs. Amin Said Husni, Dosen Fisip UIN Sunan Ampel Surabaya selaku moderator, Dr. Moh. Syaeful Bahar, Polres dan Dandim Bondowoso, asisten III Pemkab, Wawan Setiawan beserta para Kiai lainnya. Ketua PC LTN NU Bondowoso, Andiono Putra, mengatakan Buku yang bercerita tentang upaya pelengseran Presiden Gus Dur waktu itu dinilai telah meluruskan sejarah yang sudah lama tersembunyi. "Buku ini terdapat sejarah baru untuk kita, karena meluruskan sejarah dimana ketika era pasca gus dur dilengserkan banyak yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya ketika disampaikan oleh penguasa. Dengan dihadirkannya bedah buku ini masyarakat bisa tercerahkan bahwasanya Gus Dur itu luar biasa," tuturnya. Menurutnya, kenapa harus bedah buku Menjerat Gus Dur. Sebab untuk memberikan pemahaman kepada nahdliyin bahwa kultur NU yang selama ini dianggap betul kemudian diputar balikan oleh penguasa terkait fakta yang sebenarnya pada saat itu. "Jadi suri tauladan yang baik seperti Gus Dur ini harus kita wariskan dan disebarluaskan kepada generasi muda NU agar mereka paham tentang sejarah masa lalu pendiri NU dan masalalu para tokoh NU salah satunya yakni Gus Dur melalui bedah buku ini," sambungnya. Acara yang berlangsung sore hari itu diikuti oleh ratusan peserta yang mayoritas pelajar kalangan Nahdliyin dan juga umum. Sejumlah pengurus PCNU, PWNU dan juga Ranting. Sebenarnya kegiatan ini tidak hanya sebatas bedah buku biasa. Namun juga untuk meningkatkan semangat literasi para generasi muda supaya memiliki gairah membaca dan menulis. "Ini kita kaitkan dengan bedah buku Menjerat Gus Dur sebagai salah satu cara untuk mengajak para generasi muda meningkatkan semangat literasi dengan menghadirkan penulis secara langsung agar mereka juga termotivasi dan tidak hanya soal pewarisan nilai akan tetapi juga memberikan spirit kepada mereka," jelasnya. Pihaknya berharap dengan dilaksanakannya bedah buku ini mampu meningkatkan semangat kader muda NU untuk terus untuk giat literasi dan tidak tergerus sama kecanggihan teknologi. "Dengan adanya sosok Gus Dur ini bisa memberikan motivasi kepada para kader. Ini juga salah satu konsolidasi kita, Jika konsolidasi ini berhasil maka urusan cinta tanah air dan bangsa itu akan selesai. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia ini NU, ketika NU rusak maka rusaklah bangsa ini jika NU baik maka damailah negeri ini. Karena hal ini juga berada pada kader muda yang akan meneruskan kedepannya," pungkasnya. ...Bahrullah0Bedah Buku PC LTN NU Bondowoso / Berita Bondowoso / Bondowoso Saat ini 14 Maret 2020 EditedOn ? Maret 14, 2020 at ? 16:53
- Suasan Apel Akbar Kader Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Darul Falah Cermee (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia). BONDOWOSO - Sekitar hampir seribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, mengikuti apel akbar yang diselenggarakan PCNU setempat, di Pondok Pesantren Darul Falah Cermee, Minggu (12/1/2019). Apel dimulai sekitar pukul 04:00 WIB. Apel kader NU ini, merupakan rangkaian dari acara Muskercab II PCNU Bondowoso, yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu. Dalam apel tersebut, dinyanyikan lagu kebangsaan, mars Syubanul Wathan, serta pembacaan 9 perintah kader. Tampak para peserta, sangat antusias dan khidmat mengikuti rangkaian apel tersebut. Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziah PCNU Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam mengimbau, bahwa kader penggerak NU berkewajiban menggerakkan diri sendiri, keluarga dan masyarkat untuk tetap dalam amaliah ke-NU-an. "Tentu, dengan kaidah-kaidah yang telah diajarkan oleh guru-guru sepuh kita," jelas kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Cermee tersebut. Di depan para kader NU, dia meminta agar menjadikan NKRI sebagai lahan beramal untuk membumikan ajaran Aswaja (Ahlus Sunnah wal Jamaah). “Dengan begitu, diharapkan masyarakat Indonesia akan membentuk suatu tatanan yang sangat sulit ditembus maupun digoyahkan,” ketanya dengan penuh semangat. Indonesia kata dia, adalah tempat untuk pergerakan warga NU untuk menjaga Islam, karena Indonesia adalah lahan terbaik untuk mengembangkan ajaran Aswaja. Dia juga menegaskan, dengan masuknya ke dalam organisasi NU. KH. Hasyim Asy'ari (pendiri NU) telah menganggap sebagai santrinya, tanpa harus mondok di pesantrennya. "Cukup menjadi warga NU tanpa mondok kepada beliau . Walaupun santri beliau, namun tidak melakukan kewajiban beliau, saya nilai tidak menjadi santrinya," imbuhnya. Dalam apel akbar Kader NU Bondowoso tersebut,juga ada penampilan pencak silat dari para juarawan terbaik Pondok Pesantren Darul Falah, yang menang lomba di tingkat kabupaten bulan lalu. Pewarta : Moh Bahri Publisher : Bahrullah ...Bahrullah0Apel Kader Penggerak NU / Berita Bondowoso / Ketua PC NU Bondowoso Pimpin Apel 12 Januari 2020 EditedOn ? Januari 12, 2020 at ? 15:48