GP ANSOR BONDOWOSO
Kamis, 3 April 2025

Iklan Semua Halaman

Video

Berita Terbaru

Tag Populer

Iklan Halaman Depan

Iklan Semua Halaman

GP ANSOR BONDOWOSO

News Feed
+

Iklan Halaman Depan

News Feed

  • Ketua terpilih Ihsan Kholil saat serah terima jabatan dari H. Haril Baqi Ketua PAC GP Ansor Pujer pereide sebelumnya yang didampingi H. Ahmad Afandi Ketua MWCNU Pujer dan Luluk Haryadi Ketua PC GP Anasor BondowosoCyberMedia - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso menggelar konferensi anak cabang (Konferancab) ke III, di Aula Kantor kecamatan setempat, Sabtu (9/09/2023).Acara konferensi dihadiri oleh jajaran pengurus PC GP Ansor Bondowoso, baik Ketua PC, Ketua Kaderisasi, Wakil Bendahara, Ketua Bidang Sosial, Cyber Media GP Ansor.Dalam acara tersebut Ihsan Kholil terpilih menjadi jadi ketua PAC GP Ansor Pujer, karena mendapatkan suara terbanyak dari sejumlah nama yang dipilih oleh masing-masing pimpinan ranting (PR) setelah dilaksanakan proses pemilihan.Ihsan Kholil Ketua PAC GP Ansor Pujer terpilih mengatakan, dirinya berkomitmen akan melanjutkan program-program PAC saat dipimpin sahabat H. Hairul Baqi."Program yang sudah berjalan seperti shalawat nariyah anjangsana, program sosial santunan anak yatim, janda jompo, dan banyak program-program lainya," papar Ihsan di depan peserta sidang.Ihsan menyampaikan, terpilihnya sebagai ketua merupakan amanat yang sangat berat baginya. Sebab, menurutnya menjadi pemimpin itu mempunya beban tanggung jawab yang harus dipikul, khususnya menjalankan roda organisasi."Kami harap semua sahabat-sahabat GP Ansor Pujer bisa berperan aktif, saling bahu membahu menghidupkan kegiatan NU. Kami juga mohon dukungannya kepada pengurus MWC NU Pujer," harpanya.Di lain pihak, H. Ahmad Afandi Ketua Tanfidziyah MWC NU Pujer, mengajak PAC GP Ansor Pujer untuk berkolaborasi dalam setiap kegiatan-kegiatan NU."Silahkan setiap kegiatan PAC GP Ansor bisa menggunakan Aula MWC NU Pujer. Saya ingin Aula itu hidup dengan kegiatan rutinan, kalau perlu setiap hari ada kegiatan," ujarnya.H. Afandi pun berjanji akan menghadiri setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh PAC GP Ansor Pujer, jika dirinya diundang.Dia pula mengajak untuk meramaikan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan seputar ke-NU-an di Kecamatan Pujer. Kegiatan seperti istighosah, sholawatan, program sosial dan kegiatan-kegiatan yang lainya."Saya siap mendukung dan memberikan fasilitas tempat, tapi mohon maaf MWC NU Pujer masih belum bisa memberikan fasilitas kantor terhadap PAC GP Ansor," ujarnya.Luluk Hariyadi Ketua PC GP Ansor Bondowoso, mengharapkan PAC Ansor Pujer bisa semakin aktif dalam menjalan kerja kaderisasi.Sebagai pimpinan cabang Luluk berharap betul agar kader-kader GP Ansor bisa meningkatkan khidmat kepada Nahdlatul Ulama.Pihaknya berpesan PAC GP Ansor selalu mengawal para kiai di setiap kegiatan NU di Kecamatan Pujer."Kami akan memonitor terus kegiatan NU di Pujer, jika dalam dalam kegiatan NU nanti tidak ada Ansor dan Banser maka akan kami tanyakan kepada ketuanya," kata Luluk saat memberi sambutan. ...
  •     Tadi siang pengurus PAC GP. Ansor Kec Wringin terlihat mendatangi Polsek Wringin. Terdapat setidaknya 5 personel yang terdiri dari ketua PAC beserta anggota lainnya dan juga dua orang ketua Ranting Ansor.  Dikonfirmasi kedatangan pengurus Ansor ini ada hubungannya dengan acara yang dilaksanakan pada satu minggu sebelumnya.  Terlihat siang hari tepatnya pada hari Sabtu, tanggal 26 Agustus 2023 pukul 11.00 WIB sebagian anggota pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wringin atau disingkat PAC GP Ansor yang dikomandani oleh Didik Pranoto hadir ke kantor Polsek Kecamatan Wringin untuk memberikan cinderamata secara langsung kepada kapolsek Wringin sebagai bentuk terimakasih. Bapak Slamet Riyadi sebagai Kapolsek menyambut kedatangan tim (Ansor) dengan baik, ketua PAC mengungkapkan kehadirannya bersama tim adalah sebagai bentuk terimakasih dan juga untuk memberikan cideramata berbentuk piagam penghargaan atas partisipasi kapolsek pada acara PKD (pelatihan Kepemimpinan Dasar) yang diadakan oleh PAC Ansor Kec. Wringin seminggu sebelumnya yaitu pada tanggal 19-20 Agustus 2023 di Pondok Pesantren Darul Fikri Desa Jatisari Kec Wringin. Diketahui pada tanggal 20 Agustus kemaren Kapolsek hadir ke PP. Darul Fikri untuk memenuhi undangan dari panitia PKD sebagai pemateri dengan tema Motivasi kepada peserta yang sudah dijadwalkan pada sore hari. Dalam kegiatan itu Kapolsek menyeru kepada para peserta kegiatan PKD untuk selalu siap sebagai calon pengurus ansor disemua tingkatan agar kelak dapat saling mendukung serta bersinergi bersama anggota kepolisian dimanapun berada, selain itu Kapolsek juga mengajak bekerjasama dalam hal penyediaan layanan kepada masyarakat. Beliau menghimbau untuk saling melengkapi. Disaat kepolisian memiliki kegiatan/ layanan untuk masyarakat maka Ansor diminta membantu kepolisian dan sebaliknya jika Ansor mempunyai acara, maka Kapolsek beserta jajarannya akan siap membantu tentunya harus sesuai dengan kapasitas masing-masing. Sebagai bentuk contoh teladan yang sudah dilakukan, Kapolsek mengungkapkan kerjasama antara PAC Ansor Wringin dan Polsek Wringin. “Bahkan sebagai bentuk sinergitas, setiap ada kegiatan (Ansor) kita (Polsek) selalu memonitor dan selalu pasti ada konfirmasi dari Ansor, apalagi ditambah sabahat Didik ketua PAC GP Ansor Wringin adalah soheb saya” ujar Kapolsek Wringin kepada peserta. Diakhir pertemuan, Kapolsek dan pengurus Ansor yang hadir saling berjabat tangan lanjut berfoto bersama yang kemudian dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Kapolsek Wringin bersama Pengurus PAC GP Ansor beserta Ranting se-kecamatan telah saling bersinergi dalam melayani masyarakat serta untuk menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI terutama di wilayah Kecamatan Wringin.Penulis : PAC Ansor Wringin     ...
  •  CyberMedia- Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Bondowoso gelar sarasehan bersama warga sekitar markas, Kamis (20/4/2023).PC GP Ansor Bondowoso menggelar acara tersebut di kawasan Kampung Arab, tepatnya di musholla depan markas besar.Mereka para pengurus GP Ansor Bondowoso mengundang warga sekitar untuk beramah tamah sekaligus berbagi bingkisan.Luluk Hariyadi, Ketua PC GP Ansor Bondowoso mengatakan hal tersebut sebagai bentuk silaturahim dengan warga sekitar markas.Diketahui bahwa kegiatan tersebut, merupakan agenda sosial yang kerap kali dilaksanakan oleh PC GP Ansor Bondowoso.Untuk saat ini, bingkisan tersebut selain berisi sembako juga ada sarung serta mukenah untuk bisa digunakan saat Idul Fitri.Tampak warga sekitar markas antusias dengan keberadaan PC GP Ansor Bondowoso yang bermarkas di lingkungan mereka.Luluk Hariyadi berharap, sedikit yang mereka bagikan kepada warga sekitar bisa bermanfaat utamanya menyambut Hari Raya Idul Fitri.Penulis : Gik  ...
  • CyberMedia- Sinergitas kelembagaan terus digencarkan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Bondowoso, kini bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso.PC GP Ansor Bondowoso mengikuti acara Munajat Haji dan peringatan Nuzulul Qur'an serta santunan kepada kaum dhuafa, yang diselenggarakan serentak oleh Kemenag Provinsi Jawa Timur, secara daring, Selasa (11/4/2023).Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PC GP Ansor dan jajaranya, bersama Banser, Kepala Kemenag Bondowoso, pengawas, staf-stafnya bersama seluruh karyawan Kemenag di mushola setempat.Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Luluk Haryadi, mengatakan, GP Ansor Banser akan terus berkomitmen untuk menjalin sinergitas dengan Kemenag dalam segala hal untuk menjaga keutuhan NKRI."GP Ansor dan Banser Bondowoso akan terus bersinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA), Penyuluh Agama, Polres, Polsek, untuk terus mengawasi agar masyarakat tidak terpapar oleh aliran-aliran radikal, serta sempalannya, termasuk kita juga melakukan pengawasan terhadap mantan mantan HTI dan FPI," ujarnya. Luluk menambahkan, GP Ansor Bondowoso bersama Kemenag dan Kepolisian juga akan terus mengawasi dan memantau da'i-da'i, pembaca khutbah atau penceramah yang masuk ke desa desa dan kecamatan yang menyebarkan ajaran atau paham islam keras dan ujaran kebencian.Jika nantinya ditemukan ada penceramah terindikasi menyebarkan paham dan ajaran islam keras atau radikal, maka GP Ansor Bondowoso akan langsung berkirim surat kepada Polsek dan Camat setempat. Kalaupun itu perlu, akan bergerak ke Polres agar ijin acaranya di gagalkan kecuali mengganti da'inya.Tak hanya itu, GP Ansor Bondowoso juga saat ini mengawasi praktek penipuan berkedok praktek perdukunan dengan meminta, memeras, dan melakukan penipuan uang ke pasiennya."Mari kita bekerja sama, baik Kemenag, KUA, Penyuluh Agama, Pemerintah Desa, Kecamatan, dan Polri untuk mencegah terjadinya praktik kejahatan berkedok praktek perdukunan. Kalau masyarakat temukan segera laporkan," tandasnya.Sementara, Kepala Kemenag Bondowoso, Muhammad Ali Masyhur, menambahkan, terkait dengan soal pencegahan penyebaran islam garis keras atau radikal, ada pesan khusus dari Gus Menteri agama Yaqut Cholil Qoumas, bahwa seluruh jajaran kementrian agama untuk terlibat aktif melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap aliran radikalisme dan sempalannya."Kita menyambut baik kerjasama dengan GP Ansor dengan tujuan dan maksud yang sama menekan penyebaran paham radikalisme," ucapnya.Lebih lanjut, Ali Masyhur memaparkan, di semua kecamatan memiliki 8 program garapan."Salah satu bidang garapannya terkait dengan radikalisme, bahwa tugas penyuluh kita itu mempunya tugas memantau dan mengawasi aliran-aliran yang membuat tidak kondusif dan sebagainya," jelas Ali. Dia menjelaskan, untuk jumlah petugas penyuluh agama di Kabupaten Bondowoso 184 orang, di masing-masing kecamatan terdapat 8 orang penyuluh."Sangat potensi untuk diajak bersinergi dengan lembaga keagamaan, khususnya NU dan GP Ansor," tutupnya.Penulis : Rull ...
  •  CyberMedia - Memasuki bulan suci Ramadhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Tamanan menggelar khotmil Qur'an.Acara yang dilaksanakan di kediaman ketua PAC Ansor Tamanan, sahabat Wahyono tersebut diikuti oleh sejumlah pengurus PAC Ansor dan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Tamanan.Wahyono mengatakan, pihaknya menggelar acara tersebut guna meningkatkan sinergitas dan kekompakan bagi seluruh kader Ansor di kecamatan Tamanan.Terlebih saat ini adalah bulan suci Ramadhan, yang mana segala kegiatan positif akan dilipatgandakan pahalanya harus benar-benar dimanfaatkan khususnya membaca Al-Qur'an.Dalam acara tersebut dimulai sejak pukul 13:00 WIB hingga menjelang Maghrib dan diakhiri dengan buka puasa dan sholat Maghrib berjamaah.Selain kekompakan secara lahiriyah, diharapkan acara khotmil Qur'an tersebut mampu meningkatkan spirit qolbu dengan sang pencipta.Dengan kekompakan yang terbangun, PAC Ansor dan MDS Rijalul Ansor bisa kembali menggelar kegiatan lainnya yang tak kalah positifnya.Serangkaian acara seperti giat keagamaan sudah pasti menjadi agenda tetap PAC Ansor dan MDS Rijalul Ansor Tamanan.Selain itu juga kerapkali membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk menggelar kegiatan sosial di masyarakat.Penulis : Gik  ...
  • CyberMedia- Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Bondowoso membentuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) Grujugan.Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Luluk Hariyadi menegaskan bahwasanya PAC Ansor Grujugan harus segera terbentuk dan solid.Karenanya, banyak tantangan besar yang harus segera dibangun oleh PAC Ansor Grujugan yang bersinergi dengan MWC NU Grujugan.Dikatakan Luluk Hariyadi, bahwasanya beragam ideologi diluar Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) juga berkembang di kecamatan Grujugan.Tentunya hal tersebut kata Luluk, harus disikapi dengan cermat agar akidah dan eksistensi Nahdlatul Ulama tetap terajut dengan baik.Untuk itu, Luluk Hariyadi berpesan agar PAC Ansor Grujugan segera tancap gas membangun kaderisasi agar semakin berkembang pesat Ansor di Grujugan.Sementara itu, Ketua MWC NU Grujugan Ali Mansur menunjuk langsung ketua PAC Ansor Grujugan setelah disepakati oleh forum.Dikatakan Ali Mansur, dirinya berharap agar sahabat Ansor Grujugan bisa kompak dan bermanfaat untuk berbagai kegiatan.Sebagai Ketua MWC NU Grujugan, pihaknya akan sangat terbuka jika Ansor selalu berkolaborasi dengan masyarakat dan mampu memenuhi tantangan seperti yang disampaikan oleh Ketua PC GP Ansor Bondowoso.Dalam kesempatan tersebut, sahabat Imam Fathor Rohman dipercaya menahkodai PAC Ansor Grujugan. Penulis : Gik  ...
  • CyberMedia - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Bondowoso memberikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian.Hal tersebut melihat hasil survei Indikator Politik Indonesia, yang mana tingkat kepercayaan ke Polri meningkat dan berada di angka 70,8 persen.Luluk Haryadi Ketua PC GP Ansor Bondowoso, menyatakan kepercayaan publik kepada kepolisian meningkat dalam meraih kepercayaan ditengah banyak kasus besar yang menjadi atensi publik." Hal ini menaangkis keraguan kepada kepolisian dibuktikan dengan langkah tegas, disiplin dan transparan" ujarnya Luluk menambahkan bahwa Kepercayaan Publik yang meningkat kepada Kepolisian adalah salah satu modal besar bagi bangsa ini dalam menuju pembangunan nasional.“Kepercayaan publik yang tinggi kepada kepolisian adalah modal yang besar dalam pembangunan nasional. Ini bisa kita maknai bahwa masyarakat merasa aman dan nyaman karena percaya dengan kinerja kepolisian sehingga aktivitas produktif bisa berjalan dengan baik dan tentu secara simultan ini berimplikasi besar bagi proses pembangunan sebuah bangsa” terangnya.PC GP Ansor Bondowoso bersama seluruh jajaran pengurusnya hingga tingkat ranting akan terus bersinergi dan berada dibelakang kepolisian untuk bersama menjaga kenyamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di kabupaten Bondowoso.“Kami berkepentingan untuk terus mendorong kinerja kepolisian menjadi semakin lebih baik lagi. Yang bisa kita lakukan adalah bersinergi dan membantu kerja-kerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kabar ini tentu menggembirakan, terlebih dalam bulan suci ramadhan dimana masyarakat merasa nyaman dalam beribadah. Selamat Kepada rekan-rekan kepolisian” tuturnya.Dengan SDM yang dimiliki oleh GP Ansor Bondowoso, Luluk Haryadi menegaskan siap berkolaborasi dalam berbagai hal seperti sumbangsih pemikiran maupun tenaga jika dibutuhkan." Kami memili banyak SDM mumpuni seperti LBH, Tim Cyber untuk kolaborasi kemajuan, bahkan ada Banser yang selalu siap membantu menjaga Kamtibmas" pungkasnya.Penulis : Gik  ...
  • CyberMedia- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Wringin, kembali menggelar konferensi anak cabang (Konferancab) lll di sekretariat MWC NU Wringin, Rabu (15/4/2023).Hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Sahabat Muzammil serta Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Bondowoso, Sahabat Luluk Hariyadi.Dalam sambutannya, Luluk Hariyadi mengharapkan PAC Ansor Kecamatan Wringin akan bisa semakin aktif dalam kerja kaderisasi.Pihaknya sebagai pimpinan cabang berharap betul agar bisa meningkatkan khidmat kepada Nahdlatul Ulama melalui GP Ansor.Jika saat ini PAC Ansor Wringin memilih puluhan anggota Ansor dan Banser, kedepannya semoga bisa bertambah berkali-kali lipat.Hal tersebut juga sebagai bukti bahwa GP Ansor di kecamatan Wringin benar-benar hidup dan nyata gerakannya.Luluk Hariyadi juga mengapresiasi kinerja pengurusan sebelumnya yang dikomandoi oleh Didik Pranoto, yang kebetulan kembali terpilih nahkodai PAC Ansor Wringin.Karena semasa kepimpinan sebelumnya, cukup banyak kemajuan yang bisa dilakukan oleh pengurus PAC Ansor Wringin.Sementara itu ketua terpilih, Didik Pranoto menyatakan akan kembali meningkatkan gerakan di periode keduanya sesuai tema konferancab.Yakni Melanjutkan gerakan yang baik, menjemput hal baru yang lebih, memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama.Selama periode pertama kepengurusannya, Didik mengaku telah melaksanakan beberapa agenda kaderisasi.Seperti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser, serta sejumlah kegiatan sosial lainnya.Selanjutnya untuk periode saat ini, pihaknya kembali akan menggelar kegiatan serupa dengan lebih maksimal.Didik menyebutkan perjuangannya pada 2016 saat pertama kali mengadakan konferancab pertama untuk membangun PAC Ansor, saat itu dirinya dipercaya menjadi sekretaris umum.Kemudian pada konferancab kedua, dirinya dipercaya oleh ranting Ansor se kecamatan Wringin untuk menjadi ketua.Kini dirinya bersyukur semakin banyaknya kader Ansor dan Banser di kecamatan Wringin, hal itu yang menjadi semangatnya untuk kembali berkhidmat.Penulis: Gik  ...
  • Dalam merespon berbagai dinamika saat ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bondowoso menggelar Ngobrol Pintar (Ngopi) di Cafe Orilla, Senin (13/3/2023).Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) seperti GP Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).Disampaikan oleh pemateri pertama Dr. M. Syaeful Bahar, bahwa memasuki era disrupsi 4.0 banyak sekali perubahan inovatif yang cukup masif.Jika dahulu, Syaeful Bahar mencontohkan bahwa pembuktian penguasa perekonomian adalah mereka yang menguasai atau memonopoli pasar, maka hal tersebut tidak berlaku saat ini.Dijelaskannya bahwa segala sesuatu saat ini bukan siapa yang berkuasa maka dia yang berjaya, tetapi lebih kepada langkah kolaborasi.Tidak hanya langka kolaborasi saja, saat ini juga telah memasuki era yang juga disebut post truth yang mementingkan emosional dan keyakinan.Dimana masyarakat lebih senang meyakini emosinya, meyakini apa yang menjadi keyakinan daripada apa yang sudah menjadi rasionalitas.Ditambahkannya bahwa apa yang menjadi keyakinan dan sesuai dengan emosionalnya maka dia akan mudah mempercayai dan akan menyebarkan, sekalipun itu berpotensi berita bohong.Begitupun sebaliknya, segala sesuatu yang dianggap tidak masuk dalam keyakinan dan emosionalnya, maka seseorang tersebut tidak akan mempercayainya.Dosen Fisip UIN Sunan Ampel Surabaya itu menekankan agar masyarakat maupun para peserta yang hadir bisa belajar dari kejadian pesta demokrasi 2019 lalu.Yang mana dua pendukung paslon Presiden dan wakilnya, membuat narasi yang identik dengan hoax dan nyaris membuat perpecahan.Beruntung ada dua organisasi besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang bisa menetralisir konflik dengan bukti bahwa keduanya merawat NKRI.Kemudian pemateri kedua, Ismaili menambahkan bahwa era post truth saat ini penuh dengan skandal.Diketahui bersama bahwa ada yang namanya kebenaran alternatif dan hal itu yang dijadikan sebagai acuan yang menimbulkan skandal tersebut.Tentunya skandal dahulu dengan saat ini berbeda, karena skandal dahulu membutuhkan berbagai media seperti koran, radio dan lainnya untuk propaganda.Namun saat ini semuanya bisa menjadi obyek bertukar informasi sekaligus media arus utama mulai bergeser dan harus dimanfaatkan.Kemudian ada yang namanya Politic of Libido atau politik hasrat, yang mana hasrat tersebut akan menemukan maknanya di hasrat yang lain.Seperti halnya komunis, menyalurkan hasratnya dengan ketertindasan dan kemiskinannya untuk menjadi antitesa keadaan sebenarnya.Ada pula yang dimaksud dengan echo chamber atau suara yang menggema di ruang tertentu sebagaimana ada istilah katak dalam tempurung.Semisal suatu kelompok tertentu melakukan gerakan dan hal itu diyakini oleh anggota kelompok tersebut tanpa dibuktikan kebenarannya, maka itulah yang dinamakan echo chamber.Kemudian karena hal itu pula muncul istilah cebong dan kampret, dua kubu yang bersitegang pada pilpres tahun 2019 lalu.Penulis : Gik ...
  • Diketahui bersama bahwa kawasan Ijen kerap kali dilanda banjir bandang yang cukup mengkhawatirkan bagi masyarakat sekitar.Diketahui banjir bandang dikawasan Ijen tersebut terjadi tidak hanya tahun ini saja, tercatat juga terjadi pada awal tahun 2020 lalu.Dengan terjadinya banjir bandang tersebut, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Bondowoso bergerak dengan menggelar seminar terkait analisi dampak lingkungan (Amdal) di kawasan Ijen.Ahmad Zairudin, M.H Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kab Bondowoso, mengatakan perhutani seharusnya jangan kalah dengan masyarakat atau perseorangan." Mereka harusnya terapkan undang-undang atau peraturan yang berlaku" ujarnya kepada tim Cyber Media Ansor, Sabtu (11/3/2023).Dikatakannya bahwa Perhutani  sudah memiliki undang-undang atau aturan terkait larangan pengrusakan hutan dengan dalih apapun, agar tak mengeluarkan izin dengan dalih apapun." Mengingat dampaknya lebih parah jika banjir bandang selalu terjadi, kita harus melihat itu" tegasnya.Selain itu, pihaknya meminta pemerintah setempat baik eksekutif maupun legislatif bersama-sama untuk merancang pembentukan peraturan terkait lahan perhutani di kawasan Ijen." Harapan kami pemerintah segera membentuk perda terkait larangan izin membuka lahan perhutani" pungkasnya.Wakil Administratur Perhutani Bondowoso, Enny Handhayani memberikan tanggapannya. Disebutkannya bahwa ada 3 fungsi hutan yang perlu diketahui oleh masyarakat yakni fungsi produksi, ekologi dan sosial.Enny menyebut siapun boleh mengelola hutan dengan aturan-aturan tertentu yang harus diperhatikan." Kami terapkam sistem komplang andil, yakni tanaman keras 51 persen dan 49 persen bisa untuk kubis kentang atau tanaman lunak" urainya.Enny mengaku saat ini pihaknya sedang mengedukasi masyarakat secara perlahan untuk kearah tersebut, karena perubahan tidak bisa dilakukan secara sepihak." Dikhawatirkan berimbas pada perekonomian masyarakat, tentunya mereka juga akan mengeluhkan itu" paparnya.Setiap 6 bulan sekali, pihakya juga melakukan monitoring dan evaluasi, jika memang ada yang dilanggar pihaknya tak segan menutup.Enny juga sebutkan pemicu banjir bandang tahun ini dikawasan Ijen adalah hujan lebat dan adanya longsoran ditebing curam." Jadi komplang andil yang kami terapkan bukan penyebab terjadinya banjir bandang" tutupnya. Penulis : Gik ...
  •  BONDOWOSO - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) memproses hukum seadil-adilnya terhadap tersangka penganiaya Cristalino David Ozora (17) alias David.Diketahui, David merupakan putra dari pengurus Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Jonathan Latumahina yang mengalami tindakan kejahatan penganiayaan dari Mario Dandy, putra seorang pejabat Ditjen Pajak, hingga membuat koma dan menjadi sorotan masyarakat.Kasus ini terjadi pada 20 Februari 2023 di Kompleks Grand Permata, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.Terhadap hal ini, Luluk Hariyadi Ketua PC GP Ansor Bondowoso menyatakan mengutuk keras terhadap pelaku, dan mendorong APH untuk memproses hukum seadil-adilnya terhadap pelaku."Secara pribadi dan atas nama GP Ansor Bondowoso, kami geram atas tindakan keji tersebut. Kami juga mengutuk keras terhadap perbuatan pelaku," ujarnya pada NU Online Jatim, Sabtu (25/02/2023).Luluk mengaku sangat prihatin terhadap korban yang dianiaya secara brutal dan sadis, sehingga menyebabkan koma.Menurut Luluk, perbuatan anak dari pejabat eselon II Kemenkeu tidak manusiawi."Kami akan terus pantau dari daerah mengenai proses hukum tersangka. Jika ada bengkok bengkok dalam proses penanganannya, kami akan bergerak dengan cara kami," ujarnya.Meski demikian, kata Luluk, GP Ansor Bondowoso menunggu instruksi dari pengurus pusat terkait langkah yang akan diambil, terlebih kasus ini sudah ditangani kepolisian."Intinya kami di daerah tetap memantau dan mengawal hingga proses hukum berjalan semestinya" imbuhnya.Semantara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Bondowoso, Ahmad Zairudin mendukung penuh langkah hukum yang diambil oleh Pengurus Pusat GP Ansor atas kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anak pegawai Pajak kepada David putra dari Pengurus Ansor Pusat.Menurut Ketua LBH Ansor Bondowoso, Ahmad Zairudin, harus ada hukuman setimpal kepada pelaku, bahkan hukuman yang berat atas kelakuan Biadap dan bejatnya menganiaya anak yang tidak berdaya."Harus diberikan hukuman maksimal kepada pelaku, biar ada efek jera, agar perbuatan serupa tidak ditiru oleh orang lain," ujarnya.Apalagi Kata Zairudin, itu dilakukan oleh anak seorang Pejabat Yang mempunyai perilaku sombong, congkak dengan memamerkan gaya hidup yang luar biasa.Menurutnya, kasus itu harus menjadi catatan, apalagi ini ditampilkan oleh seorang anak ASN (pegawai Pajak) dimana mereka harus memberikan contoh yang lebih baik."Yang pasti, kita GP Ansor di Daerah seperti Kabupaten Bondowoso, tetap 1 komando dengan PP GP Ansor," tutupnya.Repost : Suara Indonesia ...
  •   ...
  •   ...
  • Rapat Koordinasi PC GP Ansor Bondowoso Bersama PAC dan PR Se Kecamatan WringinBONDOWOSO - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Bondowoso melakukan  klasterisasi terhadap ranting se Kecamatan Wringin.Klasterisasi ini dibuat untuk menata dan melakukan penguatan di internal ansor, yang diselenggarakan di Desa Wringin, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.Hal ini disampaikan oleh Abdul Aziz Imron, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC GP Ansor Bondowoso, Jumat (19/3/2021).Imron menerangkan, Klaster merupakan kelompok Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) yang dibagi berdasarkan kriteria tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Organisasi (PO) GP Ansor tentang tata cara penetapan klaster pimpinan organisasi."Klaster ini tujuannya untuk mengukur kinerja Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting," ujarnya.Dia menjelaskan, yang dimaksud kinerja adalah tingkat keberhasilan kerja yang dicapai dalam menjalankan seluruh kewajiban dan tanggung jawab organisasi.Sementara, lanjut dia, kelayakan adalah tingkat pemenuhan syarat dan kemampuan dalam menjalankan seluruh kewajiban dan tanggung jawab organisasi."Bobot nilai merupakan alokasi yang menunjukkan sejauh mana suatu pimpinan memenuhi kewajiban dan tanggung jawab organisasinya pada komponen penilaian tertentu," tutupnya.Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PC GP Ansor Bondowoso di Rumah kediaman Ustad Moh Makhsun. ...
  • Serah Terima Berkas Hasil Konferensi dari Adam Bahrudi Sekretaris PC GP Ansor Bondowoso kepada Erwin Supriyanto Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bondowoso TerpilihBONDOWOSO - Erwin Supriyanto, terpilih berdasarkan hasil musyawarah mufakat sebagai ketua saat digelar Konferensi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso di Masjid Nurul Yaqin Desa Pejaten, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.Terpilihnya Erwin Supriyanti menjadi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bondowoso berdasarkan hasil musyawarah mufakat ranting-ranting di kecamatan Bondowoso. Kini setelah terpilih menjadi Ketua, sejumlah pekerjaan rumah menanti.Adam Bahrudin, Sekretaris Umum PC GP Ansor Bondowoso, mengatakan,Ada kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh ketua terpilih, yaitu menyusun struktur kepengurusan bersama badan formatur yang sudah ditentukan."Juga melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) untuk anggota yang belum mengikuti proses kaderisasi formal," kata Adam usai dilaksanakan acara, Jumat (13/3/2021).Dia menuturkan, tugas pengurus saat ini untuk menyiapkan kader-kader sebagai regenerasi untuk kepemimpinan PAC GP Ansor Kecamatan Bondowoso berikutnya"Jika ada persoalan harus diselesaikan melalui proses tabayun, jangan sampai ketika ada persoalan disampaikan di media sosial," tutupnya.Erwin Supriyanto, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bondowoso terpilih, mengatakan, langkah pertama akan menghidupkan kembali tradisi dan kegiatan-kegiatan GP Ansor di Kecamatan Bondowoso yang sudah lama mati."Kami akan menghidupkan kembali kegiatan kultur NU di tingkat pemuda-pemuda yang saat ini mati. Namun terlebih dahulu kami akan melaksanakan kaderisasi formal PKD," ujarnya.Erwin mengungkapkan, di kecamatan Bondowoso kondisi sosial masyarakat  sangat heterogen, dimana terdapat berbagai macam kelompok-kelompok islam yang kegiatannya sama-sama berjalan. Kelompok-kelompok itu kata Erwin, tidak hanya NU, Muhammadiyah, namun juga ada kelompok kelompok Wahabi, dan Syiah, dan kelompok-kelompok islam lainnya.Ditengah bermacam kelompok islam di wilayahnya kata Erwin, PAC GP Ansor Kecamatan Bondowoso akan mencoba menguatkan NU dengan dakwah-dakwah dan kajian Aswajah Annahdliyah di tingkat pemuda."Kita juga akan mempererat silaturahmi kepada tokoh NU yang ada di Kecamatan kota Bondowoso. Ini penting dilakukan untuk saling menguatkan antara pemuda Ansor dan tokoh-tokoh NU," pungkasnya. ...
  •  Adam Bahrudi, Sekretaris PC GP Ansor Bondowoso saat memimpin sidang Konferensi PAC GP Ansor Maesan.BONDOWOSO- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Maesan menggelar Konferensi untuk membentuk kepengurusan baru yang lama sempat tidak aktif selama beberapa tahun.Pelaksanaan Konferensi Anak Cabang Kecamatan Maesan yang mengusung tema "Spirit Baru GP Ansor Sebagai Garda Terdepan Benteng Aswaja dan NKRI," dihadiri oleh PC GP Ansor Bondowoso, Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Maesan KH Ahmad Zaini, Ketua Tanfidziyah MWC NU Maesan KH Ali Masyhur, dan Ahmad Basori Pengurus MWC NU Maesan.Sekretaris Umum PC GP Ansor Bondowoso, Adam Bahrudi mengatakan, bahwa PC GP Ansor sangat mengapresiasi terselenggaranya konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Maesan." Spirit baru GP Ansor Maesan merupakan bekal utama untuk membangun Ansor ke depan di Maesan," Minggu (11/10/2020).Adam mengatakan, GP Ansor ini merupakan organisasi kaderisasi terakhir untuk kader-kader NU setelah IPNU dan PMII. Kader-kader GP Ansor merupakan calon-calon pengurus atau pemimpin di masa depan di pengurus NU masa depan.Dia berharap sebagai Pimpinan Cabang, agar setelah terbentuk kepengurusan PAC GP Ansor dapat menghidupkan kegiatan-kegiatan NU di tingkat MWC Kecamatan Maesan." Kami himbau, PAC GP Ansor selalu menjalin sinergitas di semua tingkatan serta elemen elemen masyarakat untuk selalu mengoptimalkan kaderisasi serta distribusi kader," ujarnya.Sementara, KH Ahmad Zaini, Rais Syuriyah MWC NU Kecamatan Maesan mengatakan, niatkan aktif di GP Ansor untuk mengabdi di NU." Jangan sampai mempunyai niatan mau menjadi pimpinan dan pengurus di NU, tapi harus diniatkan untuk mengabdi di NU," ujarnya.Dia menuturkan, ajaran-ajaran di dalam NU itu sudah benar, sehingga sebagai kader yang aktif di GP Ansor perlu untuk belajar pada NU.Dia berpesan, jadikanlah NU sebagai istri, maka NU harus dinafkahi. Niatkan dengan tulus dan ikhlas mengabdi pada NU. Jangan sampai mencari penghasilan pada NU.Jika kita mengabdikan diri di NU, jangan takut kelaparan dan jangan takut miskin, sebab NU ini dijaga oleh Muassis NU, yaitu oleh para kiai yang mendirikan NU, seperti Kiai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie dan Kiai Haji Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Basyaiban al-Bangkalani al-Maduri al-Jawi asy-Syafi'i, maka NU itu  banyak barokahnya.Sekedar untuk diketahui, dalam konferensi Pimpinan Anak Cabang (PAC) menghasilkan Muhammad Sofwen terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Mandataris PAC GP Ansor Maesan. ...
  •  Sahabat Abd Hafid (Tengah) Di Pondok Pesantren Babus Salam, Mojoagung, Jombang.JAWA TIMUR- Abdul Hafid, Salah seorang anggota Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melakukan jalan kaki menuju Pekalongan untuk bertemu dengan Maulana Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya.Aksi nekat itu dilakukan, karena Abdul Hafid bermimpi bertemu dengan Habib Luthfi, dan saat ini anggota Banser Sampang tersebut masih dalam perjalanan." Dalam mimpinya, Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya berpesan kepada Abd Hafid dengan berjalan kaki untuk sowan ke beliau di Pekalongan," kata Zainal Alim, PC GP Ansor Kabupaten Sampang kepada media, Sabtu (26/9/2020).Kegigihan Abdul Hafid, berjalan kaki ke Pekalongan berniat untuk ngalap barokah dan sebagai bentuk kecintaannya kepada Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya yang merupakan panglima Banser NU.Katanya, meski jarak cukup jauh untuk ditempuh berjalan dari Sampang ke Pekalongan. Namun, tak membuat sosok militan salah seorang anggota Banser Sampang itu patah semangat.Salah satu warga Kecamatan Tambelangan itu berangkat dari Sampang sejak hari kamis, 24 September 2020."Kami sebagai sahabatnya berharap kepada sahabat-sahabat yang ada di kabupaten yang akan dilewati oleh Sahabat Abd Hafid untuk menyambutnya," pungkasnya. ...
  •  Gus Yaqut, saat memberikan sambutan dalam sebuah acara (Foto Istimewa).JEMBER- H Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum  Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor menginstruksikan, Ansor dan Barisan serbaguna Ansor (Banser) satu komando dalam melawan isu-isu radikalisme di Indonesia ini. Terlebih lagi soal organisasi terlarang seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).Hal itu disampaikan Ketua Umum PP GP Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas dalam pidatonya saat menghadiri secara virtual pelantikan PC GP Ansor Kencong di Aula Dira Shopping Center & Hotel, Desa Kraton, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jumat (29/8/2020) petang."Komitmen Ansor dan Banser tidak perlu diragukan. Meskipun Pandemi Covid-19 belum berakhir dan memberikan keterbatasan, tapi Insha Allah demi niat baik.  Kita akan selalu diberkahi Allah SWT," kata Yaqut mengawali pidatonya.Dia menuturkan, terkait langkah konkret membela NKRI, tetap untuk satu kesatuan dalam melawan radikalisme. Banser dan GP Ansor juga tetap mengikuti arahan Nahdlatul Ulama (NU) dan petunjuk Kiai.Soal radikalisme, lanjut dia, GP Ansor dan Banser tidak pernah bergeser dalam menghadapinya."Komitmen kita tidak perlu diragukan, apalagi untuk menjaga NKRI. Serta menjaga ideologi pancasila," tegasnya.Sehingga, lanjutnya, GP Ansor tetap satu komando dan selalu menjaga kesatuan dan persatuan, berkoordinasi dengan struktur di atasnya serta tetap mengikuti petunjuk NU."Ini adalah disiplin sekaligus koridor. Yang sudah digariskan induk organisasi kita Nahdlatul Ulama," tegasnya. Artinya tetap dengan niat dalam menjaga marwah NU dan Kiai, serta kedaulatan NKRI. Juga tidak akan mudah terprovokasi.Gus Yaqut juga menambahkan, dengan terbentuknya kepengurusan baru agar tetap menjaga kesatuan satu komando. Serta tetap menjaga NKRI dan ideologi pancasila yang merupakan harga mati."Pesan saya tetap jaga satu kesatuan, dan satu komando. Belum pernah NU memberontak kepada negara kita, dan tidak mendukung aksi-aksi terorisme. Selama kita menjaga eksistensi NU kita," pangkasnya.Menanggapi hal itu, Ketua GP Ansor Cabang Kencong masa khidmat 2020-2024 Agus Nur Yasin, mengamini pesan yang disampaikan Ketua Umum PP GP Ansor itu."Sesuai yang diamanatkan, Komitmen kami, PC GP Ansor Kencong, taat aturan organisasi, dan tetap mengikuti petunjuk dari induk organisasi kita, yakni NU dalam bersikap," kata Agus.Pihaknya mengaku tetap satu komando mengikuti perintah dan arahan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor."Juga tentunya tetap mengikuti dawuh dan petunjuk para Kiai, untuk tetap berkomitmen membela NU dan NKRI," tegasnya.Terkait soal sikap yang dihembuskan HTI ataupun organisasi terlarang lainnya, yang menganggap GP Ansor ataupun Banser sebagai suatu hal yang bersifat frontal.Dikatakannya, GP Ansor Kencong akan berpegang teguh tidak mudah terprovokasi. Kami tetap melawan dengan kepala dingin, dan tidak terpengaruh dengan media-media HTI, yang menyudutkan aksi sahabat kami Ansor dan Banser contohnya di Bangil Pasuruan, beberapa waktu lalu" tegasnya."Namun dari beberapa kejadian seperti di Bangil dan daerah yang lain, seperti ada kesan kurang seriusnya pemerintah dalam menangani gerakan organisasi terlarang, Ansor terkesan sendirian dalam menghadapi HTI dan organisasi lainnya yg berupaya merongrong Pancasila dan kedaulatan NKRI," pungkasnya. ...
  • Bahrullah0Berita Bondowoso / Halal Bihalal / PAC GP Ansor Prajekan 11 Juni 2020 EditedOn ? Juni 11, 2020 at ? 20:35
    Luluk Haryadi, Ketua PAC GP Ansor Prajekan Saat Memberikan Sambutan  BONDOWOSO- Halal bihalal PAC GP Ansor Prajekan dilaksanakan dengan tetap memberlakukan protokol pemerintah dalam mencegah Covid-19 Luluk Haryadi, Ketua PAC GP Ansor Prajekan mengatakan, ditengah situasi pandemi ini, Ansor melaksanakan halal bihalal dengan memberlakukan protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah. Kader GP Ansor dan Banser ikuti Halal Bihalal Tidak hanya itu, dalam sambutanya menghimbau kepada kader Ansor yang hadir untuk terus selalu berjuang merekrut kader dan terus melakukan rekrutmen atau perekrutan. "Rekrutmen pasukan Banser, rekrutmen anggota rijalul Ansor, sehingga Ansor ke depan semakin maju," ujarnya, Rabu (10/6/2020). Dia menuturkan, sudah melakukan plettonias sebanyak 70 persen di setiap desa di Kecamatan Prajekan Katanya, anggota sebanyak 70 persen itu sudah memiliki seragam lengkap dan kekurangannya akan dipenuhi dan tetap diusahakan. "Ada pula Banser yang masih belum memiliki seragam, kami akan selalu berupaya bagaimana mereka memiliki seragam, kami juga sudah pesan," ujarnya. Dia mengajak dalam situasi dan kondisi saat ini Ansor Banser harus bangkit untuk selalu melakukan gerakan,merapatkan barisan dan ikut instruksi ulama NU. "Kita harus mengikuti dan berpanotan kepada ulama-ulama kita, seperti berpanotan pada pondok pesantrem Wali Somgo di pondok pesanteren di Sukorojo, Nurul Jadi, Zainul Hasan, dan Sidogiri," ujarnya. Pihanyanya juga berpesan, kader Ansor dan Banser harus berada di garda terdepan dalam untuk mempertahankan NKRI. Pantauan media di lapangan, acara halal bihalal itu dihadiri oleh seluruh kader GP Ansor dan Banser seluruh Kecamatan Prajekan, Ketua PC GP Ansor beserta jajarannya. ...
  • Persiapan penyemprotan Desinfektan BONDOWOSO-Mengantisipasi dan mencegah penularan virus corona (Covid-19) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso menggelar penyemprotan desinfektan kepada sejumlah tempat baik lembaga instansi pendidikan, fasilitas umum, warung dan sarana prasarana lainya, Selasa (24/3/2020). Penyemprotan di pertokoan Upaya itu dilakukan bersama jajaran aparat setempat, baik anggota Polsek dan Kotamil di Kecamatan Prajekan. Ada juga Kader Penggerak NU ikut terlibat dalam kegiatan itu. ...
  • Bahrullah0Bedah Buku PC LTN NU Bondowoso / Berita Bondowoso / Bondowoso Saat ini 14 Maret 2020 EditedOn ? Maret 14, 2020 at ? 16:53
    Virdika Rizky Utama saat memberikan penjelasan tentang dokumen penting di kantor Perta Golkar. (FOTO: Yakin/Cyber Media PC GP Ansor). BONDOWOSO- Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Bondowoso menggelar bedah buku Menjerat Gus Dur karya Virdika Rizky Utama di gedung PPI Nurul Burhan, Badean, Bondowoso, Sabtu (14/2/3/2020). Pada kesempatan tersebut, LTN NU langsung mendatangkan penulis buku ini dan sejumlah tokoh penting. Di antaranya, pendiri sekaligus PPI Nurul Burhan, Drs. K.H. Imam Barmawi Burhan, Ketua IKA PMII Jawa Timur, Drs. Amin Said Husni, Dosen Fisip UIN Sunan Ampel Surabaya selaku moderator, Dr. Moh. Syaeful Bahar, Polres dan Dandim Bondowoso, asisten III Pemkab, Wawan Setiawan beserta para Kiai lainnya. Ketua PC LTN NU Bondowoso, Andiono Putra, mengatakan Buku yang bercerita tentang upaya pelengseran Presiden Gus Dur waktu itu dinilai telah meluruskan sejarah yang sudah lama tersembunyi. "Buku ini terdapat sejarah baru untuk kita, karena meluruskan sejarah dimana ketika era pasca gus dur dilengserkan banyak yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya ketika disampaikan oleh penguasa. Dengan dihadirkannya bedah buku ini masyarakat bisa tercerahkan bahwasanya Gus Dur itu luar biasa," tuturnya. Menurutnya, kenapa harus bedah buku Menjerat Gus Dur. Sebab untuk memberikan pemahaman kepada nahdliyin bahwa kultur NU yang selama ini dianggap betul kemudian diputar balikan oleh penguasa terkait fakta yang sebenarnya pada saat itu. "Jadi suri tauladan yang baik seperti Gus Dur ini harus kita wariskan dan disebarluaskan kepada generasi muda NU agar mereka paham tentang sejarah masa lalu pendiri NU dan masalalu para tokoh NU salah satunya yakni Gus Dur melalui bedah buku ini," sambungnya. Acara yang berlangsung sore hari itu diikuti oleh ratusan peserta yang mayoritas pelajar kalangan Nahdliyin dan juga umum. Sejumlah pengurus PCNU, PWNU dan juga Ranting. Sebenarnya kegiatan ini tidak hanya sebatas bedah buku biasa. Namun juga untuk meningkatkan semangat literasi para generasi muda supaya memiliki gairah membaca dan menulis. "Ini kita kaitkan dengan bedah buku Menjerat Gus Dur sebagai salah satu cara untuk mengajak para generasi muda meningkatkan semangat literasi dengan menghadirkan penulis secara langsung agar mereka juga termotivasi dan tidak hanya soal pewarisan nilai akan tetapi juga memberikan spirit kepada mereka," jelasnya. Pihaknya berharap dengan dilaksanakannya bedah buku ini mampu meningkatkan semangat kader muda NU untuk terus untuk giat literasi dan tidak tergerus sama kecanggihan teknologi. "Dengan adanya sosok Gus Dur ini bisa memberikan motivasi kepada para kader. Ini juga salah satu konsolidasi kita, Jika konsolidasi ini berhasil maka urusan cinta tanah air dan bangsa itu akan selesai. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia ini NU, ketika NU rusak maka rusaklah bangsa ini jika NU baik maka damailah negeri ini. Karena hal ini juga berada pada kader muda yang akan meneruskan kedepannya," pungkasnya. ...
  • Foto : kegiatan Turba MWC NU Ke Ranting Curahdami. BONDOWOSO- Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Curahdami bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) gerkan Pemuda (GP) Ansor melakukan kegiatan Turun Kebawah (Turba) kepada pengurus ranting NU di Desa Locareh, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (18/2/2020). Sambutan Muhamm Zulkifli. Sambutan Ustad Fadli, Ketua Tanfidziah MWC NU Kecamatan Curahdami. ...
  • Oleh : Akhmad Ghasi Pathollah ( Kader PAC Ansor Wonosari )             Hidup adalah sebuah drama, setiap individu saling bermain peran dalam relasi interpersonal membentuk kehidupan sosial yang secara serta-merta dengan itu, terorganisir. Intinya adalah relasi antar-orang ini yang membangun kesatuan sosial sekaligus politik, sebuah pembagian peran dalam masyarakat. Ada pemimpin, ada rakyat. Ada pembeli, ada penjual. Ada pekerja, ada bos. Ada suami, ada istri. Kesemuanya pada gilirannya membangun sebuah rangkaian kehidupan terstruktur sebagai masyarakat dengan semua aspeknya mulai dari yang paling mendasar berupa ekonomi-politik hingga yang kompleks berupa sosial, budaya, pendidikan dan bahkan peradaban.              Sebagai makhluk sosial, setiap orang niscaya butuh berhubungan dengan orang lain dalam membangun komunikasi demi memenuhi kebutuhannya yang mustahil dipenuhi secara individual. Proses ini sudah bermula semenjak  Nabi Adam AS tercipta sebagai manusia pertama dalam sejarah dan secara melankolis merasa kesepian padahal kebutuhan apa pun sudah terpenuhi. Ada ruang kosong dalam dirinya berwujud kesepian, sehingga Siti Hawa diciptakan untuk mengisi ruang  itu. Dalam konteks ini, komunikasi adalah wujud konkret kebutuhan psikis manusia.             Di era komunikasi abstrak hari ini, media sosial memainkan peran fundamental bahkan revolusioner, dalam arti banyak menciptakan fenomena baru yang belum pernah ada dalam sejarah. Peralihan jangkar kehidupan dari realitas kongkret  menuju realitas maya mengaburkan batas antara yang privat dan yang publik dalam komunikasi. Seperti misal, membicarakan masalah-masalah privat di ruang publik. Sebelum era media sosial, membuka masalah privat secara publik adalah janggal, bahkan melawan norma sosial dan moral. Namun tidak dengan era media baru hari ini, kehidupan privat diumbar secara gampang di ruang publik, mulai dari menu makan, mengasihani diri, ungkapan makian dan kejengkelan, do’a dan harapan, bahkan informasi penting seperti kucing tetangga yang selingkuh gampang ditemukan.             Hal sedemikian ini semakin hari semakin menjadi-jadi, pemberitahuan info receh seperti ini menjadi fenomena umum terutama karena difasilitasi dengan ruang up date status atau story. Ini menggiring model berpikir baru secara psikis dalam subjek untuk menjadi dramatis, subjek dramatis. Maksudnya, sebuah subjek yang menempatkan dirinya sebagai objek tontotan dan publik sebagai penonton. Dan media sosial baru menfasilitasi dan mengiring model berpikir seperti itu di setiap penggunanya. Di titik ini kemudian, subjek dramatis merambah menjadi kesadaran publik.             Dalam paradigma subjek dramatis ini, hidup sebagai sebuah drama menemukan manifestasinya. Setiap orang berusaha menampilkan citra diri yang baik sambil membayangkan orang lain akan menilainya berdasar citra itu. Setiap orang dengan begitu, terpenjara dalam tampilan dan secara paradoks menyembunyikan citra diri yang buruk agar drama berjalan sebagaimana yang diharapkan. Akibatnya, setiap orang terbiasa ‘bertopeng’ untuk menutupi sisi gelap dalam diri untuk dilihat baik oleh orang lain. Dan pada saat yang sama, ia membohongi orang lain dan lebih jauh lagi, ia mengingkari dirinya sendiri.              Dalam tradisi keagamaan, hal ini termasuk kategori riya’, al-Qiyamu bi al-‘amali au tarkuhu li-ghairillah, melaksanakan atau meninggalkan suatu perkara karena selain Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW mensinyalir riya’ sebagai syirku al-asghar, sebuah ke-syirik-an yang kecil. Jadi, fenomena subjek dramatis yang menghinggapi kesadaran massa secara massal hari ini dengan ditunjang perkembangan teknologi dan informasi adalah migrasi merangkak dari ketuhanan sebagai pusat kehidupan menuju kehidupan imaginer yang artifisial.             Adapun efek lanjutan dari itu juga adalah ujub,membanggakan diri-sendiri. Sebagai akibat dari kebiasaan menampilkan citra baik sehingga menciptakan mindset akan diri-sendiri yang memiliki nilai lebih dari orang lain. Hal ini jelas membangun kesadaran palsu dalam diri yang bila diproduksi secara terus-menerus akan menciptakan budaya narsistik. Sehingga benar bila manusia hari ini telah mencapai perkembangan canggih yang belum pernah ada dalam sejarah, namun tanpa kemanusiaan. Manusia telah mengasingkan dirinya dari realitas riil yang dihidupinya. Sehingga secara tidak langsung, perkembangan zaman adalah sebuah langkah mundur dalam kemanusiaan, sebuah ke-jahiliyah-an dalam mode baru.             Keterjagaan ( awakeness ) dan kesadaran ( awareness ) adalah kunci utama dan tentunya dengan agama, ilmu dan pengetahuan. Generasi eksis bukanlah generasi yang selalu selfie dan tampil dalam citra baik di media sosial, namun generasi eksis adalah generasi yang senantiasa dalam keterjagaan dan kesadaran untuk tetap waras dalam terjangan dan ledakan informasi sekaligus menjadikan ketuhanan sebagai pusat dan menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.             Dalam hal ini, setiap orang mesti terampil mengidentifikasi diri baik posisi maupun fungsi. Kesadaran akan posisi sebagai manusia baik individual maupun sosial akan berakibat pada ketepatan dalam melaksanakan fungsi dan perannya. Di hadapan Tuhan, ia adalah seorang hamba dam melaksanakan apa pun dengan tetap dalam status kehambaan. Sedang dalam interaksi sosial, ia dalam relasi inter-personal sebagai partner dalam ber-ibadah dan ‘amal shaleh secara sosial dalam Tawashaw bi a- Haq dan bi as-Sabr. Wallahu A’lamu bis Shawab ...
  • Bahrullah0Apel Kader Penggerak NU / Berita Bondowoso / Ketua PC NU Bondowoso Pimpin Apel 12 Januari 2020 EditedOn ? Januari 12, 2020 at ? 15:48
    Suasan Apel Akbar Kader Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Darul Falah Cermee (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia). BONDOWOSO - Sekitar hampir seribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, mengikuti apel akbar yang diselenggarakan PCNU setempat, di Pondok Pesantren Darul Falah Cermee, Minggu (12/1/2019). Apel dimulai sekitar pukul 04:00 WIB. Apel kader NU ini, merupakan rangkaian dari acara Muskercab II PCNU Bondowoso, yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu. Dalam apel tersebut, dinyanyikan lagu kebangsaan, mars Syubanul Wathan, serta pembacaan 9 perintah kader. Tampak para peserta, sangat antusias dan khidmat mengikuti rangkaian apel tersebut. Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziah PCNU Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam mengimbau, bahwa kader penggerak NU berkewajiban menggerakkan diri sendiri, keluarga dan masyarkat untuk tetap dalam amaliah ke-NU-an. "Tentu, dengan kaidah-kaidah yang telah diajarkan oleh guru-guru sepuh kita," jelas kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Cermee tersebut. Di depan para kader NU, dia meminta agar menjadikan NKRI sebagai lahan beramal untuk membumikan ajaran Aswaja (Ahlus Sunnah wal Jamaah). “Dengan begitu, diharapkan masyarakat Indonesia akan membentuk suatu tatanan yang sangat sulit ditembus maupun digoyahkan,” ketanya dengan penuh semangat. Indonesia kata dia, adalah tempat untuk pergerakan warga NU untuk menjaga Islam, karena Indonesia adalah lahan terbaik untuk mengembangkan ajaran Aswaja. Dia juga menegaskan, dengan masuknya ke dalam organisasi NU. KH. Hasyim Asy'ari (pendiri NU) telah menganggap sebagai santrinya, tanpa harus mondok di pesantrennya. "Cukup menjadi warga NU tanpa mondok kepada beliau . Walaupun santri beliau, namun tidak melakukan kewajiban beliau, saya nilai tidak menjadi santrinya," imbuhnya. Dalam apel akbar Kader NU Bondowoso tersebut,juga ada penampilan pencak silat dari para juarawan terbaik Pondok Pesantren Darul Falah, yang menang lomba di tingkat kabupaten bulan lalu. Pewarta   : Moh Bahri Publisher : Bahrullah ...
Page 1 of 512345»